Change, Change, Change

Hari ini aku mendapatkan pelajaran dan kabar luar biasa dari seorang teman yang juga luar biasa. Teman yang ku kenal sudah lumayan lama, teman yang sekarang sudah jauh berubah ke lebih yang baik. Hari ini, aku menemukan alasan mengapa dia bisa berubah jauh dari yang ku bayangkan. Tak ada sedikit pun yang salah dengan perubahannya itu, tapi aku tetap merasa takjub dan kagum dengan dia. 
Aku berharap juga bisa berubah jauh lebih baik dari sekarang ini, namun awalnya aku pikir mungkin ini akan terasa berat bagi ku. Tapi, aku harus tetap dan wajib berusaha ke arah yang lebih baik lagi dengan dua syarat ikhlas karena Allah dan cari jalan yang terbaik. Sebenarnya hati ini rasanya ingin bertanya-tanya dengan beribu-ribu pertanyaan yang membutuhkan jawaban dan alasan yang pasti untuk semua keraguan, kebingungan, kegalauan, dan kekosongan yang sering terjadi. Mungkin apa yang dia bilang itu memang benar, aku harus menghapus satu aktivitas dalam hidupku yang akan dapat menghancurkan ku yaitu aktivitas yang mudarat. 
Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat kita, kata mudharat sering kita dengar. Mudharat sering kali diasosiasikan oleh masyarakat kita dengan sesuatu yang memilki akibat buruk setelah kita melakukannya. Akibat buruk itu bisa saja bagi diri kita atau orang lain, dan ini sejenis marah bahaya yang menimpa kita sesudah kita melanggarnya. Ternyata tanpa kita sadari banyak hal yang kita lakukan itu sebenarnya tidak baik untuk dilakukan dan dapat menyebabkan bencana dan marabahaya untuk kita ke depannya. Selama ini kita hanya bersikap, bertingkahlaku dengan berpatokan berdasarkan patokan kebanyakan orang melakukannya dan standar yang kita anggap baik dan benar yang sesungguhnya kita belum tau akan kebenarannya.
BERUBAH, ya mungkin itu sebuah kata yang mudah untuk diucapkan tapi sulit rasanya bagiku untuk di aplikasikan. But, satu hal yang harus aku tekat mulai hari ini bahwa kita harus menjadi lebih baik lebih baik dari hari sebelumnya untuk menjadi seorang hamba Allah yang dicintai-Nya. Walau sesungguhnya manusia itu tak akan pernah puas, makanya ciptakanlah perubahan-perubahan dalam tiap harimu walau itu sedikit, namun kita harus selalu berusaha tanpa menyerah. Karena sesungguhnya kita tidak mengetahui kapan raga kita ini akan dapat berpijak, begitu juga dengan berapa lama waktu dan kesempatan yang diberikan Allah untuk kita menjadi seorang muslim&muslimah yang sesungguhnya. 
Sesungguhnya segala ketidaktahuan, keraguan, kebingungun ku selama ini sudah dituliskan dalam pedoman kita Al-Qur'an dan Hadist. Itu semua tergantung padaku bagaimana membaca, memahami, dan mengaplikasinya sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah SWT, dan kita seharunya mencontoh idola kita Nabi Muhammad SAW. Begitu juga dengan kabar yang disampaikan oleh temanku. Sesungguhnya apa yang kita lakukan selama hidup di dunia persinggahan ini, akan menentukan kehidupan kita yang abadi kelaknya. Apa itu kita akan bertemu di Surga-Nya atau ditempat yang dimurkai Neraka.. 

Bye, See You

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sirandah Island serasa lomboknya sumbar

Bukit Teletubies, Tiga Puncak

Telegram kekinian