Sedih...

Akhir-akhir ini hampir setiap sore hujan datang menyapa dan menemani jalanku pulang ke rumah. Hujan yang ditunggu-tunggu udah hampir satu bulan lamanya semenjak kabut asap menyerang akhirnya Alhamdulillah datang juga. Sebenarnya banyak hal yang membuat aku senang dengan datangnya hujan, karena kita gak perlu merasa panas, hemat listrik gak perlu hidupin kipas angin atau ac. 
Tapi gak tau juga kenapa tiap hujan datang pasti ada aja rasa sedih yang timbul ketika melihat dan merasakan hujan. kebanyakan orang bilang itu baper alias bawa perasaan, tapi gue rasa gak juga. sampe sekarang gak tau juga dan belum nemu jawaban kenapa kalau lihat hujan bawaannya sedih. 

Nah, ngomong-ngomong sedih nih orang-orang sekliling gue rata-rata bilang tampang gue itu menyedihkan, kayak orang sedih atau kasihan lah. Gue gak tau juga kenapa seperti itu, dan emang iya sih akhir-akhir ini senyum dari bibirku enggan untuk menampakkan keindahannya. seakan ada beban yang menahannya untuk keluar dan mulut ini lebih banyak memilih untuk bungkam akan banyak hal yang dirasakan oleh hati. eaaaa bawa-bawa hati, upss ini bukan baper guys. 

Balik lagi ke masalah gue akhir-akhir ini yang sepertinya sering merasa sedih atau cuma wajah aja yang kelihatan sedih. Teman-teman gue juga sering bilang gini nih, "Pika, jangan lupa untuk bahagia". Setelah dipikir-pikir mungkin ada betulnya juga kata teman gue,apa gue lupa bahagiaan diri sendiri, apa gue lupa rasanya bahagia, apa gue terlalu sibuk sampai tidak ingat untuk bahagia. Pertanyaan-pertanyaan itu sering melanda otak, pikiran, dan hati gue. Setelah melakukan survey, penelitian,observasi, analisis eaaa gue mulai lebay, satu hal yang membuat gue sedih selama ini yaitu lupa untuk berSYUKUR kepada Allah SWT atas segala nikmat yang udah gue terima, dan jangan menganggap hidup ini sebagai beban tapi untuk dinikmati. 

Have a nice dream, jangan lupa berdoa 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sirandah Island serasa lomboknya sumbar

Telegram kekinian

Bukit Teletubies, Tiga Puncak